Rabu, 29 April 2009
Orang beranggapan kalau makanan yang kita santap diberi nama Perancis kelihatannya akan terasa lebih enak.
Hal tersebut disebabkan antara lain karena anggapan bahwa semua yang berbau Perancis bermutu halus. Perancisinasi juga membuat orang yang akan bersantap mempunyai citra yang kabur tentang apa sebenarnya yang ia mau santap.
Misalnya:
"filet mignon" (secara harafiah artinya:daging lulur bagian paling belakang)
"pate de fois gras" (goose liver paste = hati angsa)
"chevalen" (daging kuda)
"Monsieur de Veau" (daging lembu muda, veal)
"Escargot d'France" (bekicot, keong dari Perancis), dsb.
Si Inem yang warungnya sering dikunjungi turis (backpackers) Perancis, tidak mau kalah.
Dia pasang menu sebagai berikut:
CHEF'S SPECIAL:
Oucing Pete de Chine (Oseng Pete Cina)
Chateau de Batavie (Soto Betawi)
Saiyour de Lourdes (Sayur Lodeh)
Roujaxe d'Oleque (Rujak Ulek)
Café a la Tobruque (Kopi Tubruk)
Cappuccino de Preangers (Bajigur)
Naxis Geaux rain (Nasi Goreng)
Manioc de Mer (singkong Rebus)
Vouz vour que tans Noir (Bubur Ketan Item)
And Today's Special:
Loun Tounqe Saiyour [Lontong Sayur]
Hab Max Janoux Lufaz Bayaour = Habis Makan Jangan Lupa Bayar !!
Zalmz,
Inem de Lennox
(From My Lae in NZ)
A Muslim man in Egypt killed his wife and then buried her with their
infant baby and 8-year old daughter. The girls were buried alive!
He then reported to the police that an uncle killed the kids. 15 days
later, another family member died. When they went to bury him, they
found the 2 little girls under the sand - ALIVE!
The country is outraged over the incident, and the man will be executed.
The older girl was asked how she had survived. "A man wearing shiny
white clothes, with bleeding wounds in his hands, came every day to
feed us. He woke up my mom so she could nurse my sister," she said.
She was interviewed on Egyptian national TV, by a veiled Muslim woman
news anchor. She said on public TV, "This was none other than Jesus,
because nobody else does things like this!"
Muslims believe Isa (Jesus) would do this, but the wounds mean He
really was crucified, and it's clear also that He is alive! But, it's
also clear that the child could not make up a story like this, and
there is no way these children could have survived without a true
miracle. Muslim leaders are going to have a hard time to figure out
what to do with this, and the popularity of the Passion movie doesn't
help! With Egypt at the centre of the media and education in the Middle
East , you can be sure this story will spread.
Christ is still turning the world upside down!
Please let this story be shared. The Lord says,
"I will bless the person who puts his trust in me." Jeremiah 17:7
Please let this story be shared
About My Self
Hari dari hari menjadi serba serbi, seperti waktu mengendarai motor lewat jalan berlubang dengan kecepatan tinggi. Kagak bisa ngelak bisa celaka, coba ngelak bisa nyerempet atau coba ngerem bisa ketabrak. Atow mendingan kayak orang yang main savety, udah dia kagak perlu mencoba yang lebih besar tapi malah membuat hari-harinya semakin tidak karuan. Hidup ini semakin hari jadi sebuah bom waktu yang pada waktunya Meledak!
Gw dan liat orang yang sukses yang hari-harinya dilalui dengan bekerja keras dan pantang menyerah. Gw juga udah liat orang yang malas tetapi tetap aja mengimpikan yang hebat dan gw juga udah liat orang yang sukses, sombong, egosentris dan yang paling hebat tamak. Lucunya gw selalu ketawa ngeliat tipe orang kayak diatas, kecuali orang yang sukses dan pantang menyerah, karena dalam hidupnya hanya mereka ini hanya ada satu pemikiran, apa yang terbaik untuk saya ya lakukan, karena saya yang paling hebat dari orang lain.
Pemikiran yang baik tapi untuk jangka waktu yang singkat. Karena, ketika mereka dihadapkan dengan kenyataan bahwa "melihat itu kedepan sedang punggung menghadap kebelakang" mereka terkejut, kerena di depan mereka terdapat tiang tiang tinggi yang lebih menjulang dari pada tiang yang mereka pijak. Dimana air pasang akan menhanyutkan mereka secara perlahan.
Untuk itu gw mau sharing sama semua orang. Berjalanlah ke depan jangan ke belakang karena bila kejayaan berhenti, hancurlah ke egoan kita di telan cahaya kegelapan dikala orang tidak menghargai orang lain yang untuk hidupnya mengorbankan cita-citanya demi penghidupan di masa depan.